Sunday, 23 February 2014

Rumpun niaga Sang  Tamu

malangnya dikau,
seandai  petak kehidupan dibiar  kosong,
tanpa disemai dengan  semaian amal,
betapa rugi,
disaat masa dicurahkan,
bagai air mengalir ,
deras tanpa halangan,

tidakkah  kau tahu,
singgahan tetamu hanyalah seketika,
semailah semaian,
buat hari tua,
agar bisa  meredakan,
segala kesakitan,
juga keterasingan yang merobek jiwa,
jasad dimakan masa,
meronta-ronta meminta jasa,

maka semailah  ia berumpun,
agar lebih kukuh menahan badai,
tergumpal semangat ,
bagai jantung berdenyut kencang,
mengalir darah sekencang arus,
tampak tenang pada zahir,
maka biarlah ia kencang,
tanpa suara  atas aturanNya.
sebarkan dakwah,
sirrkan wajah,
moga hati seindah taman wajah,
mengukir  senyum dikala pohon segar berbuah,
hingga manfaat dua negeri,
senyumlah,syukurlah, tangislah,
atas Rahmat RabbMu,
Rabb Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

AG
Gombak,
23/2/2014


No comments:

Post a Comment