duniaku,
hambailahi,
ku cuba menjadi diri ini,
tidakku miliki kelebihan,
punya seribu kelemahan,
namun ku punya pegangan,
tawakkal ku hanya padaNya,
redhanya dicari,
tapi saat kemahuan disisi,
ku pinta roda kehidupan,
menuju tujuan,
walau hausnya mewarnai,
ku ingin bintang mendampingi,
agar cahaya semangat menyinari,
telah ku cuba,
tapi kerna restuNya tidak ku paluti,
tidak ku capai cahayanya,
masih gelita,
harapan cahaya hadir,
dalam redha,
kerna saat begini,
gergasi leka ,
kerap menyapa,
menjadi uji raksasa,
tewas diulitnya,
kadang jauh terdampar,
kadang tersedar,
tapi makhluk punya hayatnya,
jua sedarku,
besarnya rahmatNya,
dibangkit ia kepadaku,
namun jauh disudut hati,
bertuahkah aku,
akhir hayat ku bersama hidup sedar,
apa matiku bersama matinya ia.
cahaya kurnianya ,
rayuku,
dapat menghulur bantuan
jua manfaat,
dua indukku,
kerap dingati,
ditaburi doa keampunan,
moga sedahan darinya membuah mekar,
agar ku boleh mengukir syukur
di perjalanan kelak,
dahanan bawahku,
sering ku perhati,
apa mampu ku rendangi,
atau sekadar memerhati,
tekad ini ingin menyusur
dijalan membatu,
keras nya ia
ingin membalut jasad
dengan jalur lorengnya,
baru ku membuka hajat,
didatang muqaddimah uji,
ucap nya megah meniggi,
aku mengakui,
tapi tetap memuji,
ucap dia biar ku ikuti,
daku punya pertanyaan,
apa setiap taraf mereka,
perlu begitu?
apa boleh ku menyimpangnyai,
360 darjah.darjahnya
kerna ku
tahu,
manismu,
kerna rasa pahitnya,
bawah mu,
ku punya rintihan dan harapan yang akan ku semat dalam nurani,
hingga semadinya jasadi ini,
dari awangan daku, hingga
akhir nafasku, salahku akan ku tatapi, nescaya dikesali, tika itu moga
keinsafan sebati, sebati, sebati, sebatilah!!!!!!!!!!!!!!!!!.
GOMBAK/11:30AM/04-02-2014

No comments:
Post a Comment