Monday, 19 May 2014

begitu tenang hati saat melayan mata dengan karenah ikan peliharaan aku ini, tapi belum mampu memadam kegelisahan, dan kegusaran hati kecil ini, terlalu banyak  perkara yang difikirkan.

saat ini, hati ini, bagaikan seorang pemuda yang kesedihan ditengah padang  pasir tanpa ada hidupan lain,
mungkin terlalu melayan perasaan,atau mungkin dahaganya aku seorang murabbi, yang sering menasihat, dan menghargai  jiwa aku ini,

hati terlalu sunyi, sunyi ini kedua-duanya, sunyi aku dari  dampingan kasih sayang dan luahan, sunyi juga dari ilmu dan iman.

kesunyian ini terlalu menganggu fikiran jiwa diriku,

terkadang, saat meletakkan kepala di bantal,  air mata  panas mengcengkam pipi, saat itu hati kerdil ini mula menadah tangan memohon keampuan, memohon hajat.

aku terlalu lemah menanggung ujian ini, ya Allah,  aku terlalu lemah ya Allah,saat tulisan ini diloretkan ,korban jernih air mata aku ni bersama butiran kesedihan  bagai pasir di pantai,

memikir dosa, buruknya wajah aku, apapon wajah aku, ia tetap wajah jasad kecil ini,

adakah salah cinta manusia ku ini, aku  jatuh  hati terhadap manusia , namun dosa , kekurangan ilmu, harta sering  membunuh hasrat murni, terlalu malu berhadapan manusia hebat sekeliling aku,

 aku masih  bersama topeng aku, bersama topeng kegembiraan,  bersama topeng keilmuan,

ya 'alim, Hanya Engkau Yang Maha Mengetahui keadaan hamba Mu ini,
Sungguh Engkau yang Maha  Bijaksana,

aku bukanlah orang yang pandai  menjaga hati-hati manusia lain, maka natijah itu mana adalah  hati yang menjagai aku,

 aku terlalu mudah lupa diri, terlalu ego walaupon terpahat di hati ini, aku tidak lain bagai tin yang  kosong,
aku terlalu menagih  simpati manusia, terlalu berharap kasih sayang manusia.

aku  hanya manusia biasa yang juga menagih cinta manusia, 

aku juga memikir , 08:39pm  17mei2014

"Ya Allah Engkau telah menjadikan  makhluk disekeliling ku penuh ketenangan dan rahmah, maka dengan rahmatMu, Kau hiasilah ketenangan dalam jiwa kerdil hambaMu ini"


No comments:

Post a Comment