Sunday, 6 April 2014

disebalik lorekan dan ketenangan banjaran

Akanku sematkan kubur harapanku ini,
Di sebalik lorekan warna kesamaran,
Agar tidak pecah jahitan kelukaan,
 Agar sejarah tidak berulang,
Biarlah ia hanya angan -angan,
Kerna ku masih ukur ugahari kehidupan,

 Biarpun ia marak membakar,
Namun akan ku kuburkan ia,
 Bersama baringan keindahan banjaran,
 Yang menghijau dalan ingatan,
Yang memberi peringatan,
iringan itu bukanlah pekerjaan.


Biar gunung kesabaran menggunung tinggi,
Agar akhir kesabaran seindah qalam yusof,
Agar deriaku diterjemah dalam keikhlasan,
Moga tidak tersemat sebarang pengharapan,
 tidak terbentang jalan kekotoran,
semoga ia terus menjadi persoalan,
Agar berbuah kesabaran,
 Meningkat keimanan,
 Bertambah tangga kedarjatan,
terpekup indah dalam indah iman,

 mulus yang tercipta adalah fitrah nurani,
Kerna takdiran ilahi,
sesuci wajah,
seindah senyum,
semanis sopan,
Setenang kelakuan,
setenang sapaan,
setenang panggilan,
 Seindah ketenangan,
Biarlah berlalu pergi,
 bagai hanyutnya daun bersama arus,
 Tanpa pengharapan,
tanpa permintaan,
tanpa kelukaan,


 Tenanglah diri,
 memuji Rabbi,
 merintih sepi,
 mengukur imani,
menagih syurgawi,
 yang pasti kekal abadi

 Rintihan hamba buatMu ya Rabbi. buatmu ketenangan.
#Ag,06042014 1924h , GOMBAK

No comments:

Post a Comment